GORONTALO – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan Gorontalo) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan regional serta percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo. Komitmen ini diwujudkan melalui penerbitan buku referensi ilmiah terbaru bertajuk "Manfaat dan Peluang Beras Nutri Zinc di Provinsi Gorontalo".
Buku karya kolaboratif tim dosen Faperta Unisan Gorontalo yang diketuai oleh Muhammad Sudirman Akilie, S.TP., M.Si bersama Ulfira Ashari, S.P., M.Si, Deyvie Xyzquolyna, S.TP., M.Sc, serta Nanang Buri, S.P., M.Si (peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian/BPTP Gorontalo) ini diterbitkan oleh CV Mitra Ilmu (IKAPI). Luaran karya ilmiah ini disusun dari riset pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan BPTP Gorontalo.
Biofortifikasi Pangan untuk Memangkas Angka Stunting
Buku ini membedah secara komprehensif mengenai pentingnya strategi biofortifikasi pangan—khususnya varietas padi Inpari IR Nutri Zinc. Varietas unggul baru ini memiliki potensi kandungan mineral seng (Zinc/Zn) mencapai 34,51 ppm, jauh lebih tinggi dari varietas padi konvensional. Mineral Zinc terbukti berperan vital dalam meningkatkan imunitas tubuh, memperbaiki sistem metabolisme, serta mencegah gangguan pertumbuhan fisik pada balita (stunting).
Muhammad Sudirman Akilie menjelaskan bahwa sosialisasi dan intervensi gizi berbasis beras Nutri Zinc sangat mendesak untuk digalakkan di Gorontalo.
"Intervensi gizi tidak hanya fokus pada makanan tambahan, tetapi dapat dimulai dari beras yang dikonsumsi sehari-hari. Beras Inpari IR Nutri Zinc sangat potensial dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak usia balita demi mencegah stunting sejak dini," ungkapnya.
Peluang Kelayakan Usahatani dan Analisis Pasar
Tidak hanya meninjau aspek gizi dan kesehatan, buku ini juga menyajikan analisis ekonomi pertanian, analisis kelayakan usaha tani, hingga peta saluran pemasaran beras di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan hasil analisis Revenue Cost Ratio (R/C ratio) yang disajikan dalam buku ini, usahatani padi Inpari IR Nutri Zinc memperoleh nilai sebesar 2,07, yang mengindikasikan bahwa budidaya varietas ini sangat menguntungkan dan layak dikembangkan oleh para petani lokal.
Penerbitan buku ini diharapkan mampu menjadi rujukan ilmiah utama bagi akademisi, mahasiswa di lingkungan Fakultas Pertanian, pembuat kebijakan (stakeholder), serta kelompok tani di Gorontalo. Hal ini selaras dengan impelementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat.
"Kami berharap kolaborasi antar-instansi baik dinas pertanian, dinas kesehatan, BKKBN, dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat agar diseminasi benih dan konsumsi beras Nutri Zinc dapat meluas di seluruh wilayah Gorontalo," tutupnya.
Muh. Sudirman Akilie
DOSEN0905108501
Fakultas Pertanian
Bagaimana pendapatmu tentang artikel ini?
0 reaksi
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!